Selasa, 20 Desember 2011

contoh ujaran alih kode


(1) KONTEKS : DUA ORANG PEREMPUAN SEDANG MEMBAHAS
TENTANG SEBUAH PRODUK KECANTIKAN
RAMBUT.
P1 : Pernah diwarnai gak?
P2 : Gak, cuma tak bleaching. Tapi wis suwi, sekitar setahun wingi.
Gak wani aku nganggo cat rambut.
P1 : O, pantes. Justru obat bleaching luwih keras dibanding cat rambut.
P2 : Masa’ seh?
P1 : Gak percaya ya wes. Kuwi padha wae karo bar bonding. Kudu
sering spa rambut.

(2) KONTEKS : SEORANG PETUGAS YANG BEKERJA DI SEBUAH
KANTOR PEMERINTAHAN SEDANG MELAYANI
SEORANG PEREMPUAN YANG AKAN MEMBUAT
KARTU TANDA PENCARI PEKERJAAN.
P1 : Ijazahnya sudah dibawa semua?
P2 : Ini, pak.
P1 : Lho, dari Semarang ya?
P2 : Iya, pak.
P1 : Kok gak golek gawean di Semarang aja, kan rame di sana.
P2 : Orang tua saya kan tinggalnya di sini. Lagian cari kerja di
Semarang juga susah.

(3) “... Anak-anak sekalian yang bapak cintai. Seperti yang telah kalian
ketahui bahwa ujian sebentar lagi tiba. Bapak tidak akan pernah capek
untuk mengingatkan belajar, belajar dan belajar! Jangan terlalu banyak
maen, dolan terus. Kalian harus membuktikan pada orang tua kalian
bahwa kalian bisa mendapatkan nilai yang terbaik. Khusus untuk kelas
tiga, ingat ya. Sebentar lagi kalian akan menghadapi UAN. Jadi
belajarnya harus sitambah lagi. Kalau perlu ditambah lesnya, jangan
hanya ikut les di sekolah saja, tapi kalau perlu tambah les sendiri di
rumah, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan
Metematika. Jangan hanya mengandalkan yang kalian dapat dari sekolah
saja. Apalagi selama ini kalau pas pelajaran bapak, bapak masih liat
banyak yang nggak serius belajarnya, masih sempat-sempatnya guyon di
kelas. Kita semua harus bisa buktikan bahwa sekolah kita ini adalah
sekolah terbaik, dan kalian sebagai penerus bangsa Indonesia harus bisa
meraih yang terbaik....”.
(4) KONTEKS : PERCAKAPAN ANTARA SUAMI-ISTRI YANG
SEDANG MEMBICARAKAN MASALAH ANAK
MEREKA.
P1 : Pak, arisan kantor sabtu besok jadi kah? Kok ndak ada
undangan-e?
P2 : Ya jadi lah. Aku sudah dapat tadi undangannya, tapi
ketinggalan di meja. Abis dari proyek aku tadi, jadi kada
sempat bulik lagi ke kantor.
P1 : Ooo.. Lha opo tetep di rumahnya pak Tikno? Katanya repot,
mertuanya mau datang, piye sih.
P2 : Kada jelas juga mau datang apa ndak katanya


(5) KONTEKS : SEBUAH PERCAKAPAN DALAM RAPAT
KELUARGA YANG MEMBAHAS TENTANG
RENCANA KEPULANGAN KE PULAU JAWA.
P1 : Gimana Lin keputusannya? Bisa kan nemenin ibu pulang?
P2 : Yo wes tho. Tapi aku langsung pulang, liburku cuma dua hari
thok lho.
P3 : Kalau nggak bisa ya wes nggak usah dipaksa, ibu sendiri aja
nggak apa-apa.
P2 : Bisa sih bisa, tapi aku langsung pulang.

(6) KONTEKS : PERCAKAPAN ANTARA SEORANG IBU DENGAN
ANAKNYA YANG BERUMUR LIMA TAHUN.
Ibu : Sudah tho mbak Lita, gitu aja kok rebutan sampai adiknya
nangis. Mbok ya adiknya dibagi sedikit tho rotinya.
Anak : Tadi kan udah, Ma. Kalau bagi terus ya nanti habis.
Ibu : Kalau habis ya beli lagi tho. Wong yo adik makannya kan
nggak banyak.

(7) “Baiklah ibu-ibu pengajian masjid Al-Ikhlas yang diridhoi Allah, karena
waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, maka pengajian sore ini kita
mulai saja. Untuk membuka acara pengajian sore hari ini, marilah kita
membaca surat Al-Fatihah bersama-sama. A’udzubillahi
minassyaithoonirojiim, Bismillaahirrohmaanirrohiim.....”

(8) KONTEKS : SEORANG PEGAWAI KANTOR SEDANG
MENUNJUKKAN SMS YANG DITERIMANYA
KEPADA SALAH SEORANG TEMANNYA.
P1 : Mas, aku entok sms ngene ki, jajal wacanen.
(Mas, saya dapat sms seperti ini, coba dibaca)
P2 : Walah botek. Gak usah kok ditanggepi. Delok ae ta sender-e
sapa.
(Walah bohong. Tidak usah ditanggapi. Lihat saja siapa
pengirimnya)
P1 : Aku yo wes mbatin nek iki mung botek-botekan thok. Melu kuis-e
wae ora tau kok iso menang, aneh.
(Saya sudah mengira kalau ini hanya bohong-bohongan saja. Lha
ikut kuisnya saja tidak pernah kok bisa menang, aneh)
P2 : Sering aku Wid oleh sms ngono.
(Saya sering Wid dapat sms seperti itu)

(9) “Sokor kowe, masolang kowe yo. Salahe ngrusak tanduranku. Ayo, arep
mlayu neng ngendi kowe”.

(10) KONTEKS : SEORANG GURU KELAS DI SEBUAH SEKOLAH
DASAR AKAN MEMULAI PELAJARAN DI PAGI
HARI.
Guru : Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Murid-murid : Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokaatuh.
Guru : Selamat pagi, anak-anak. Ya, ketua kelas, silahkan.
Ketua kelas : Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Teman-teman, sebelum kita mulai belajar, marilah kita
berdoa bersama-sama. Berdo’a mulai. A’udzu
billaahiminasyaitonir-rojiim. Bismillaahirrohmaanirrohiim

(11) KONTEKS : DUA ORANG IBU RUMAH TANGGA SEDANG
BERBINCANG MENGENAI RENCANA PINDAH
RUMAH.
Ibu 1 : Piye Mbak Lisa, kapan pindahane?
(Bagaimana Mbak Lisa, kapan pindahannya?)
Ibu 2 : Nggih Insya Allah wulan ngajeng, Budhe. Namung
ngrampungke masang jubin kaliyan ngecet mawon. Sekaliyan
wulan ngajeng kan pas lare-lare libur sekolah.
(Insya Allah bulan depan, Budhe. Tinggal menyelesaikan
pemasangan ubin dan mengecat saja. Sekalian bulan depan
kan pas anak-anak libur sekolah)
Ibu 1 : Alhamdulillah yo, cepet rampung. Ngepasi bocah-bocah
liburan sisan.
(Alhamdulillah ya, cepat selesai. Juga berbarengan dengan
liburan anak-anak)
Ibu 2 : Nggih Alhamdulillah lah Budhe. Mboten ketang direwangi
pasa Senin Kemis.
(Iya Alhamdulillah Budhe. Walaupun harus puasa Senin
Kamis)
Ibu 1 : Yo muga-muga lancar kabeh.
(Ya mudah-mudahan lancar semua)
Ibu 2 : Nggih, Amiin.
(Iya, Amiin)

(12) KONTEKS : SEBUAH PERDEBATAN YANG TERJADI PADA
SUATU RAPAT DI SEBUAH KANTOR.
P1 : Pak Tejo ni gimana sih, masa’ masalah gitu aja kok nggak bisa
menghandle. Wong ya sudah dikasih waktu cukup kok ya tetap
aja belum selesai laporannya. Waktu kita ini kan sudah mepet.
Lha itu, masalah basement itu sudah dilaporkan belum ke pak
Harto?
P2 : Sudah pak. Tadi saya sudah telepon pak Harto lagi. Katanya
tinggal official recruitment-nya saja.
P1 : Ya sudah. Besok saya minta laporannya.

(13) KONTEKS : BEBERAPA PEGAWAI SEBUAH PERUSAHAAN
SEDANG BERCAKAP-CAKAP DI SEBUAH RUANG
ROKOK DI KANTOR MEREKA.
P1 : Mumet Wid, masalah sitok mari, masalah liyane teko. Isuk-isuk
wes disemprot Pak Zul.
(Pusing Wid, masalah satu selesai, masalah lainnya datang.
Pagi-pagi sudah disemprot Pak Zul)
P2 : Emang kenapa lagi pak?
P1 : Biasa lah. Repot. Punya anak buah kok gak enek sing becus.
Gak enek sing tuntas gaweyane.
(Biasa lah. Repot. Punya anak buah kok tidak ada yang becus.
Pekerjaannya tidak ada yang tuntas)
P3 : Pak Sam lagi kah?
P1 : Siapa lagi. Padahal udah jelas-jelas perintahnya limaratus
tigapuluh dua, dia malah cuma masukin datanya limaratus
delapan. Untungnya aku cross check ulang. Kalo nggak yo mati
aku.
P2 : Terus?
P1 : Akhirnya ya aku yang nyelesaiin. Tapi kan jadi telat
laporannya.
P3 : Sekarang udah clear masalahnya?
P1 : Sama pak Sam udah, sama pak Zul belum. Kan jadi mundur
semua schedule-nya. Tetap aja aku yang harus maju. Kena lagi!

(14) KONTEKS : SEORANG BAPAK SEDANG MEMINTA ANAKNYA
UNTUK DIAJARKAN CARA MENGETIK.
Bapak : Ngene, terus nek wes rampung piye?
(Begini, terus kalau sudah selesai bagaimana?)
Anak : Nek sampun nggih disave sek.
(Kalau sudah ya disave dulu)
Bapak : Men ngapa?
(Biar kenapa?)
Anak : Ngge nyimpen men datane mboten ilang nek word-e ditutup.
(Untuk menyimpan supaya datanya tidak hilang kalau wordnya
ditutup)
Bapak : Ngene, o, terus nulis jenenge kene?
(Begini, o, terus menulis namanya di sini?)
Anak : Nggih, jeneng file, ora kudu jenenge bapak. Terus oke. Nek
ketikane meh diprint, dicetak, garek di klik sing niki, nggih.
(Iya, nama file, tidak harus namanya bapak. Terus oke.
Kalau ketikannya akan diprint, dicetak, tinggal di klik yang
ini, iya)

(15) KONTEKS : SEORANG ULAMA SEDANG MEMBERIKAN
KHOTBAH SHOLAT JUM’AT DI SEBUAH MASJID.
“... Para hadirin sidang Jum’at yang diberkati Allah. Dalam Al-Qur’an
Allah berfirman bahwa Yaa ayyuhalladziina aamanu kutiba ‘alaikumushshiyaam.
Jelas sekali bahwa di sini Allah memerintahkan kepada orangorang
yang beriman untuk berpuasa. Saya tekankan disini kata orangorang
yang beriman karena Allah menggunakan kata aamanu, merupakan
kata jamak dari iiman, yang artinya orang-orang yang beriman. Jadi ayat
ini tidak hanya ditujukan kepada Nabi Muhammad saja sebagai hamba
Allah yang beriman, tetapi juga kepada pengikut-pengikut Rosul-Nya
yang beriman....”

(16) P1 : Aku tuh dah bilangin Rina dari dulu kayak gitu, tapi tetep aja dia
ngeyel, aku ya males ngomongin lagi.
P2 : Terus, jadi ke Balikpapan kah si Rina tu?
P1 : Jadi, wong dia kan orangnya nekat. Mau tak temenin aja nggak
mau. Coba to dipikir, kalau emang cowoknya itu orang baikbaik,
lha mbok ya dia yang datang ke sini, ini malah nyuruh Rina
yang ke Balikpapan.

(17) Kalau ibu-ibu sudah berusaha semaksimal mungkin dan sudah berdoa,
bertawakal kepada Allah tapi kok belum terkabul juga, ibu-ibu jangan
khawatir ya Bu. Ingat, Allah itu Maha Tahu. Allah tahu mana yang
terbaik untuk hamba-hamba-Nya dan Allah pasti punya rencana lain yang
lebih baik. Kalau tidak terwujud sekarang, ya mungkin suatu saat nanti.
Kalau toh akhirnya sampai saat kita meninggal kok ya belum terwujud
juga, insya Allah Allah akan memberikannya di akherat nanti. Allahumma
Amiin.

(18) P1 : Lha titipan Nia mana, Ma?
P2 : Titipan apa?
P1 : Kan Nia nitip minta dibeliin Aneka, Mama gimana sih?
P2 : Astaghfirullahal’adzim, Mama lupa. Kamu beli sendiri sana,
minta pak Min suruh nganterin.

(19) P1 : Mas, kalau mau chatting gimana?
P2 : Mau pakai MIRC apa Yahoo Messanger?
P1 : MIRC aja.
P2 : Di klik yang gambar lambang ini, terus diisi, mau pakai nick
name apa.
P1 : Ketik di sini kah?
P2 : Iya, nah terus klik ini, conect to server

(20) Pak Yayat, kapan datang dari Bandung, kumaha, damang?

6 komentar:

  1. thanks buat artikelnya...
    memberi pencerahan bagi saya

    BalasHapus
  2. makasih mbk, (Y) buat contohnya :)

    klo bisa kasih contoh buat CAMPURAN KODE y.. di tunggu :)

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. maaf numpang tanya.
    bedanya alih kode dan campur kode apa to??

    BalasHapus
  5. Maaf saya mau tanya,bagaimana contoh alih kode dalam bentuk tabel serta penjelasan nya

    BalasHapus
  6. Ko yang di atas kaya campur kode bukan alih kode ya

    BalasHapus